BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Thursday, July 15, 2010

batASAN taat kpd Org tua..

salam..text ini diambil drpd Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas untuk saya berkongsi dgn anda semua..saya rasa bagitu tertarik dgn isi kandungannya..semoga ia membari pengajaran kpd kita semua..=)

Secara umum kita diperintahkan taat kpd orang tua. Wajib taat kpd kedua orang tua baik yg diperintahkan itu sesuatu yg wajib, sunnah atau mubah. Demikian pula bila orang tua melarang dari peruntukan yg haram, makruh atau sesuatu yg mubah kita wajib mentaatinya.

Lebih dari itu, kita juga wajib mendahulukan berbakti kpd orang tua dari pada peruntukan wajib kifayah dan sunnah. Mengenai hal diatas para ulama telah beristimbat dari kisah Juraij yg hidup jauh sebelum masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

“Arti : Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu katanya, “Seorang yg bernama Juraij sedang mengerjakan ibadah di sebuah sauma (tempat ibadah). Lalu ibu datang memanggilnya, “Humaid berkata, “Abu Rafi’ pernah menerangkan kpdku mengenai bagaimana Abu Hurairah meniru gaya ibu Juraij ketika memanggil anaknya, sebagaimana beliau mendptkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu dgn meletakkan tangan di bagian kepala antara dahi dan telinga serta mengangkat kepalanya, “Hai Juraij ! Aku ibumu, jawablah panggilanku’. Ketika itu perempuan tersebut mendpti anak sedang shalat. Dengan keraguan Juraij berkata kpd diri sendiri, ‘Ya Allah, ibuku atau shalatku’. Tetapi Juraij telah memilih untuk meneruskan shalatnya. Tidak berapa lama selepas itu, perempuan itu pergi untuk yg kedua kalinya. Beliau memanggil, ‘Hai Juraij ! Aku ibumu, jawablah panggilanku’. Juraij berta lagi kpd diri sendiri, ‘Ya Allah, ibuku atau shalatku’. Tetapi beliau masih lagi memilih untuk meneruskan shalatnya. Oleh krn terlalu kecewa akhir perempuan itu berkata, ‘Ya Allah, sesungguh Juraij ialah anakku. Aku sudah memanggil berulang kali, namun ternyata ia enggan menjawabnya. Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia mendpt fitnah yg disebabkan oleh perempuan pelacur’. Pada suatu hari seorang pengembala kambing sedang berteduh di dekat tempat ibadah Juraij yg letak jauh terpencil dari orang ramai. Tiba-tiba datang seorang perempuan dari sebuah dusun yg juga sedang berteduh di tempat tersebut. Kemudian kedua melakukan peruntukan zina, sehingga melahirkan seorang anak. Ketika ditanya oleh orang ramai, ‘Anak dari siapakah ini ?’. Perempuan itu menjawab. ‘Anak dari penghuni tempat ibadah ini’. Lalu orang ramai berduyun-duyun datang kpd Juraij. Mereka membawa besi perajang. Mereka berteriak memanggil Juraij, yg pada waktu itu sedang shalat. Maka sudah tentu Juraij tdk melayani panggilan mereka, akhir mereka merobohkan bangunan tempat ibadahnya. Tatkala melihat keadaan itu, Juraij keluar menemui mereka. Mereka berkata kpd Juraij. ‘Tanyalah anak ini’. Juraij tersenyum, kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya. ‘Siapakah bapakmu?’. Anak itu tiba-tiba menjawab, ‘Bapakku ialah seorang pengembala kambing’. Setelah mendengar jawaban jujur dari anak tersebut, mereka kelihatan menyesal, lalu berkata. ‘Kami akan mendirikan tempat ibadahmu yg kami robohkan ini dgn emas dan perak’. Juraij berkata, ‘Tidak perlu, biarkan ia menjadi debu seperti asalnya’. Kemudian Juraij meninggalkannya”. [Hadits Riwayat Bukhari -Fathul Baari 6/476, dan Muslim 2550 (8)].

Kisah di atas diceritakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sedang menjelaskan tentang tiga orang yg dpt berbicara sewaktu kecil, yg pertama ialah Isa bin Maryam yg berbicara ketika masih bayi, kedua Ashabul Ukhdud yg tercantum dalam surat Al-Buruj dan ketiga ialah kisah Juraij ini.

Pada hadits ini Juraij melihat wajah pelacur krn do’a ibu setelah Juraij tdk memenuhi panggilan dgn sebab tetap mengerjakan shalat sunnah. Para ulama beristimbat dgn hadits ini bahwa shalat sunnah hrs dibatalkan untuk memenuhi panggilan ibu.

Dari kisah di atas dpt diambil pelajaran bahwa taat kpd kedua orang tua hrs didahulukan dari ibadah sunnah, lebih ditekankan lagi apabila orang tua kita menyuruh kita untuk melakukan ibadah yg bersifat sunnah atau wajib kifayah [Bahjatun Nazhirin I/347]

Ibnu Hazm berkata, “Tidak boleh jihad kecuali dgn izin kedua orang tua kecuali kalau musuh itu sudah ada di tengah-tengah kaum muslimin maka tdk perlu lagi izin” [Al-Muhalla 7/292 No. 922]

Kata Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni, beliau mengatakan bahwa izin itu hrs didahulukan daripada jihad kecuali kalau sudah jelas wajib jihad dan musuh sudah berada ditengah-tengah kita maka didahulukan jihad.

Para ulama membawakan beberapa hadits bahwa selama jihad tersebut fardhu kifayah maka hrs didahulukan berbakti kpd kedua orang tua. Sebagaimana dalam hadits yg diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash.

“Arti : Seseorang datang kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta izin untuk jihad. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah bapak ibumu masih hidup ?” orang itu menjawab, “Ya” maka kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Hendaklah kamu berbakti kpd keduanya” [Hadits Riwayat Bukhari, Muslim 5/2529 Abu Dawud 2529, Nasa’i, Ahmad 2/165, 188, 193, 197 dan 221]

Juga yg diriwayatkan oleh Muslim (no. 2549) dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash.

“Arti : Ada yg datang kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasullullah aku berbaiat kpdmu untuk hijrah dan berjihad ingin mencari ganjaran dari Allah”. Kata Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup ?”, kata orang tersebut “Bahkan kedua masih hidup”. “Apakah engkau mencari ganjaran dari Allah ?. “Orang itu menjawab, “Ya aku mencari ganjaran dari Allah”. “Kembali kpd kedua orang tuamu, beruntuk baiklah kpd keduanya”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh pulang” [Hadits Riwayat Muslim No. 2549]

Dalam riwayat lain yg shahih yg diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Nasa’i, dikatakan :

“Arti : Seseorang datang kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Ya Rasulullah saya akan berba’iat kpdmu untuk berhijrah dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis”. Kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kembali kpd kedua orang tuamu dan untuklah kedua tertawa sebagaimana engkau telah memuntuk kedua menangis” [Hadits Riwayat Abu Dawud 2528, Nasa’i dalam Kubra, Baihaqi dalam Hakim 4/152]

Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dgn sanad yg hasan dari Muawiyah bin Jaa-Himah.

“Arti : Jaa-Himah Radhiyallahu ‘anhu datang kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ya Rasulullah aku ingin perang dan aku datang kpdmu untuk musyawarah”. Kemudian kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah kamu masih mempunyai ibu?”. Kata orang ini, “Ibu saya masih hidup”. Kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Hendaklah kamu tetap berbakti kpd ibumu krn sesungguh surga berada di kedua telapak kaki ibu” [Hadits Riwayat Nasa’i, Hakim 2/104, 4/151, Ahmad 3/329]

Dikatakan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni beliau mengatakan kenapa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang beberapa hadits ini ketika disebutkan jihad, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh anak ini untuk meminta izin kpd kedua orang tua. Kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :”Sesungguh berbakti kpd kedua orang tua ialah fardlu ‘ain didahulukan daripada fardhu kifayah”

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta.]

only me,
strive 4 mardhatillah..

SubhAnallah....

tak pernah terfikir di fkiran kita sebalum ini...kun fayakun...

subhanallah...









only me,

strive 4 mardhatillah





orANg yaNg......

sedikit renungan untuk perkongsian bersama...


ORANG YANG SIBUK adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

ORANG YANG MEMPUNYAI SENYUMAN YANG MANIS adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil
berkata,"Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

ORANG YANG KAYA adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini..

ORANG YANG MISKIN adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta.

ORANG YANG RUGI adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan...

ORANG YANG PALING CANTIK adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

ORANG YANG MEMPUNYAI RUMAH YANG PALING LUAS adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata memandang.

ORANG YANG MEMPUNYAI RUMAH YANG SEMPIT adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya....

ORANG YANG MEMPUNYAI AKAL adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa api neraka..

only me,
strive 4 mardhatillah